Jumat, 04 Januari 2013

MOTIF HIAS PADA KARYA SENI RUPA NUSANTARA

Karya seni rupa Nusantara adalah karya seni rupa yang telah berkembang secara luas di wilayah Nusantara. Karya seni rupa dibedakan menjadi dua, yaitu karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Pada karya seni rupa Nusantara terdapat motif hias yang beragam. Karya kerajinan motif hias termasuk  kerajinan yang pengerjaannya  memerlukan kesabaran, ketelitian, dan kreatifitas. Motif hias adalah  bentuk dasar pada suatu bidang atau ruang yang membentuk sesuatu yang indah.



KARYA SENI RUPA DUA DIMENSIKarya seni rupa dua dimensi adalah Karya seni rupa yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja, sehingga tidak bisa diraba motifnya dan hanya dapat dilihat dari depan saja. Contoh : Kain batik, kain tenun, kain songket, kain ulos, gambar wayang dan sebagainya.

1. Kain BatikPada motif hias kain batik banyak menggunakan bentuk-bentuk non-geometris dan bentuk-bentuk geometris.
a. Motif Hias GEOMETRIS
Adalah motif hias yang berupa lengkung, garis, lingkaran, segitiga, dan sebagainya  yang berulang-ulang.
      b.  Motif Hias NON GEOMETRIS
Adalah motif hias yang berbentuk berdasarkan tumbuh-tumbuhan, hewan, awan, dan bentuk lain-lain, atau perpaduan antara tumbuhan, hewan, dan bentuk lain
2. Kain Songket
Pada kain songket, teknik pembuatan motif dengan menghitung komposisi tingkat-tingkat benang dalam bentuk susunan menyerupai piramida. Dibeberapa daerah memiliki berbagai nama untuk songket. Di Sulawesi Tengah Songket disebut subi, sedangkan di daerah Sumbawa disebut selungka atausongke



3.      Wayang Kulit
Wayang kulit merupakan penggambaran tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana dan Mahabarata. Wayang juga merupakan symbol dari karakter tokoh-tokoh dalam cerita, ada yang berkarakter tokoh jahat dan tokoh baik. 









KARYA SENI RUPA TIGA DIMENSI


                Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki panjang, lebar, dan kedalaman.Contohnya antara lain ukir kayu, relief, topeng. Seni rupa tiga dimensi memiliki motif hias yang beraneka ragam.
1. Topeng

Topeng merupakan tiruan wajah atau tokoh dengan karakter tertentu. Topeng menggunakan motif hias yang berwujud wajah dengan kepala manusia, raksasa, dan binatang. Motif hias topeng biasanya juga terdapat pada pintu candi, hiasan dinding atau ditempat lainnya.  


        2. Ukiran dan relief
Ukiran dan relief termasuk karya seni rupa yang dapat dinikmati keindahannya dan banyak digunakan sebagai benda pakai. Relief juga digunakan pada hiasan bidang yang mempunyai suatu cerita. Contohnya di Candi Prambanan, reliefnya menceritakan tentang Ramayana atau di Candi Borobudur, menceritakan tentang Sang Buddha dan ajaran-ajarannya.Ragam hias pada ukiran dan relief dapat dibedakan menjadi ragam hias non-geometris dan ragam hias geometris.


a.       Ragam Hias NON GEOMETRIS
Adalah ragam hias yang tidak terikat oleh bentuk-bentuk ilmu ukur.Contohnya motif sulur-suluran, pohon hayat, motif hewan, kedok dan makara. Ragam hias sulur-suluran disebut juga lung-lungan(Jawa) danpatra (Bali),


  
ukiran kayu motif kedok dari Bali                   motif hias sulur-suluran di Candi Kalasan

       
motif hias makara dari dataran tinggi Dieng       motif hias pohon hayat pada ukiran kayu dari Cirebon

b.       Motif Hias GEOMETRIS
Adalah ragam hias ilmu ukur yang berupa garis-garis dan bidang. Contohnya, ragam hias tumpal, pilin berganda, dan meander.


3. Patung
  
Patung-patung yang terdapat di dalam candi kebanyakan merupakan perwujudan dari para dewa atau raja, terutama yang beragam Hindu. Patung dapat dibuat dengan menggunakan teknik pahat, tuang, dan butsir (membentuk suatu benda dari bahan lunak dengan cara dibentuk langsung oleh tangan atau menggunakan alat bantu.) Sudip merupakan alat bantu untuk membutsir











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar